Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penyebab Pompa Air Mati Hidup atau Bunyi Cetak Cetek

Apa penyebab pompa air mati hidup alias berbunyi cetak cetek? Ini bisa dialami pompa air merk Shimizu, Sanyo, Panasonic, DAB, Wasser, Grunfos, Hitachi atau lainnya yang memiliki automatic pressure switch.

Tutorial ini adalah tentang penyebab pompa air mati hidup dan berbunyi cetak cetek terus menerus, tetapi jika masalah pompa air anda mati atau tidak mau ON saat di colok, sebaiknya baca tulisan saya sebelumnya tentang penyebab pompa air mati.

Penyebab Pompa Air Mati Hidup / Bunyi Cetak Cetek

Ini adalah masalah umum yang sering terjadi pada pompa atas tanah atau pompa sumur dangkal (juga pompa sumur dalam) untuk skala rumah tangga, berapapun harga pompa air yang anda miliki.

Penyebab pompa air hidup mati tsb adalah karena tidak lancarnya air pada jalur keluar (output) sehingga otomatis pompa (automatic pressure switch) per spiral nya naik turun dan mengeluarkan bunyi cetak cetek terus menerus.

Berikut ini kejadian yang menyebabkan pompa air bunyi cetak cetek terus menerus:

- Ada kran air yang bocor atau kran setengah terbuka.
- Ada kebocoran pipa di jalur out put.
- Jarak pipa out put yang terlalu jauh, melebihi batas kemampuan mesin pompa.

Pompa air hidup mati  dan otomatis pompa bunyi cetak cetek sebenarnya itu hal yang normal dan tidak menjadi masalah karena fungsi dari automatic pressure tadi adalah untuk mencegah pompa terbakar akibat aliran outputnya ditutup.

Tetapi jika jeda bunyi cetak ceteknya terlalu cepat atau dirasa tidak wajar maka ikutilah langkah langkah di bawah ini...

Cara mengatasi Pompa Air Mati Hidup

Caranya adalah dengan menaikkan level tekanan pada automatic pressure switch. Cara ini bukan supaya bunyi cetak cetek 100% hilang, tetapi minimal berkurang dan tidak terlalu mengganggu lagi.

- Sebelumnya matikan pompa air dengan mencabut steker / colokan untuk menghindari kejadian kesetrum selama proses pengerjaannya.

- Buka tutup automatic pressure switch, biasanya ada sekrup pada bagian samping, buka menggunakan obeng. Oh iya, bagi yang belum tau, automatic pressure switch umumnya berbentuk silinder bulat.

memperbaiki otomatis pompa air

Jika tutup sudah terbuka, perhatikan di bagian atas tepat di tengah tengahnya ada semacam sekrup yang bisa diputar ke arah plus (+) dan minus (-). Jika kurang jelas coba gunakan senter untuk mencari tanda (+) dan minus (-) tsb.

penyebab pompa air mati

Putar ke arah (+) sebanyak 1x putaran 360 lalu test hidupkan pompa, apakah jeda bunyi cetak ceteknya sudah berkurang? Biasanya sih sudah berkurang...

Tetapi jika belum tambah 1x putaran 360 lalu coba hidupkan pompa lagi. Biasanya jedanya semakin berkurang. Kalau masih belum ada perubahan sama sekali coba ganti otomatis pompa dengan yang baru, saya rekomendasikan untuk membeli otomatis pompa yang ASLI sesuai merk dan type pompa tsb.

Demikian tutorial mengatasi penyebab pompa air mati hidup bunyi cetak cetak, semoga bermanfaat...

13 komentar untuk "Penyebab Pompa Air Mati Hidup atau Bunyi Cetak Cetek"

  1. Nambahin gan, mungkin karena filter air kotor juga bisa jadi, karena saya pas ganti filter sedimen lgsg ga cetak cetek lagi, filter sedimen 10 inch umurnya 1 bulanan, tergantung kualitas air sumurnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas tambahan informasinya... sangat bermanfaat.

      Hapus
    2. Filter air itu yg mana ya
      Maaf dak tau

      Hapus
    3. Jika tidak ada pasang filter air ya berarti ada penyebab lain yang menyebabkan pompa air berbunyi cetak cetek.

      Silahkan dibaca lagi dan pahami tulisan diatas. Terima kasih

      Hapus
  2. pompa air dangkal selalu cetak cetok jika output pvc 1/2 in kran shower yg dibuka, jika ada kran lain yang dibuka, pompa normal otomatisnya, tolong solusinya agar normal otomatisnya jika buka 1 kran saja, terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba ganti otomatisnya dengan jenis otomatis yang lain. Ada dijual di toko pompa air, tapi maaf saya lupa nama alatnya. Bentuknya persegi 4 dan casingnya terbuat dari plastik.

      Harganya sekitar Rp 180ribuan.

      Sebenarnya untuk solusi jangka panjang saya menyarankan untuk menampung air di tandon air (toren) yang diletakkan di tempat yang tinggi. Lalu air dialirkan secara gravitasi ke dalam rumah.

      Cara ini akan menghemat pemakaian listrik pompa air karena pompa nyalanya akan stabil dan tidak hidup mati cetak cetek terus menerus.

      Demikian saran saya, semoga membantu...

      Hapus
  3. Sebenarnya pompa air cetak cetok jika kran di buka dengan level kecil itu adalah hal yang normal pada pompa air otomatis yang menggunakan pressure switch, asalkan cetak cetok nya tidak cepat, kalau cetak cetok nya cepat yang bermasalah itu di tangkinya, biasanya pompa air otomatis yang menggunakan pressure switch itu ada tabungnya, jika pompa airnya cetak cetok cepat berarti tabung nya bermasalah seperti bocor tabung, tidak ada tekanan udara di dalam tabung, membran tabung bocor atau pecah, sehingga tidak ada tekanan udara di dalam tabung itu yang membuat pompa air otomatis cetak cetok cepat, kalau pompa air otomatis yang menggunakan pressure switch cetak cetok lalu di setel otomatis pressure switch nya, sehingga pompa air stabil walaupun kran air di buka kecil, sehingga tekanan air pada pompa menjadi tinggi sehingga pompa air bekerja keras, yang mengakibatkan, pompa air cepat panas, suara pompa air menjadi lebih berisik dan kasar bahkan komponen seperti seal, check valve, bahkan pipa bisa rusak bahkan jebol, karena tekanan pompa terlalu kuat, daya listrik dan arus pada pompa air bertambah tinggi, kalau emang cetak cetok nya itu suaranya mengganggu, solusinya pakai pompa air yang non otomatis saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tanggapan: Kalau pakai pompa non otomatis sementara di bagian output nya pakai keran malah beresiko pompa terbakar, apalagi kalau kran nya ditutup.

      Hapus
  4. gimana ya kalo sanyo cetak cetek pas pakai mesin cuci ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk menghindari pompa hidup mati cetak cetek coba air untuk supply mesin cuci ambilnya dari tandon air / toren aja... tapi posisi torennya tentu harus lebih tinggi dari mesin cucinya 🙏

      Hapus
    2. https://www.youtube.com/watch?v=l5FQaN9NyNg&t=1068s

      coba bisa dilihat videonya

      Hapus
    3. Terima kasih informasinya... video tutorial bagus 👍

      Hapus

Silahkan bertanya atau berkomentar...