Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah Penyebab Pompa Air Mati dan Cara Mengatasinya

Anda memiliki pompa air Shimizu, Sanyo, Wasser, Panasonic, DAB, National atau yang sejenisnya dan tiba tiba mati? Inilah beberapa penyebab pompa air mati dan cara memperbaikinya.

Penyebab Pompa Air Mati

Berikut ini langkah langkah yang perlu anda periksa untuk mencari penyebabnya:

Periksa 1: Apakah ada kran yang tertutup?
Meskipun kedengarannya sepele tapi inilah yang sering terjadi. Ada kran yang posisinya sesudah pompa kran tsb tertutup, sehingga otomatis pompa juga tidak hidup. Tentu solusinya ya tinggal membuka kran tsb dan beres...

Periksa 2: Apakah pompa bunyi mendengung?
Jika iya berarti sebenarnya arus listrik sudah masuk ke pompa, hanya saja sedang terjadi "hang" atau "ngelag" (jika istilah komputer). Ini bisa terjadi meskipun pompa air anda masih baru ataupun sudah dipakai bertahun tahun.

Penyebabnya karena ada partikel endapan atau pasir yang nyangkut di impeller pompa air tsb, sehingga pada saat pompa dihidupkan impeller tsb tidak bisa berputar.

Solusinya, lihat gambar di bawah ini:

pompa air tidak mau hidup

Cari obeng kembang (+) yang agak besar lalu putar kipas yang ada di belakang pompa menggunakan obeng tsb. Untuk memasukkan obeng ada lubang tepat di tengah tengah penutup kipas pendingin, putar obeng ke kiri dan kanan beberapa kali sampai putarannya terasa ringan. Setelah itu coba hidupkan pompa, biasanya sih bisa langsung ON lagi...

Baca dulu: Harga pompa air

Periksa 3: Apakah ada kabel yang terputus?
Buka colokan steker listrik pakai obeng dan lihat bagian dalamnya, apakah ada kabel yang terlepas / putus?

Periksa 4: Apakah otomatis pompa berfungsi?
Fungsi otomatis (automatic pressure switch) pada pompa adalah untuk pemutus arus listrik jika kran air ditutup atau aliran air keluar (output) terhambat.

Otomatis pompa terkadang mengalami permasalahan pada per spiral, yakni per spiral tsb tidak naik keatas karena masa pakai sudah bertahun tahun. Fungsi per spiral adalah untuk menghubungkan arus listrik positif (+) dan negatif (-)

Langkah awal, coba ketok ketok ringan (sampai berbunyi tok tok tok...) menggunakan benda pada penutup otomotis pompa tsb. Jika penyebabnya hanya masalah per spiral yang tidak mau "naik", biasanya pompa akan langsung hidup (ON).

Tetapi jika pompa masih belum mau hidup, coba buka penutup otomatis pompa tsb, lihat apakah per spiral tetap tidak mau naik? (ingat!, fungsi per spiral adalah menghubungkan kutub positif dan negatif). Jika tetap tidak mau naik sebaiknya ganti otomatis pompa dengan yang baru.

Periksa 5: Apakah pompa panas dan tercium bau hangus?
Kalau sampai tahap ini kemungkinan sudah 50 : 50, artinya pompa air anda sudah benar benar terbakar atau ini hanya mati sementara akibat panas berlebih?

Untuk diketahui, banyak merk pompa air yang memiliki system perlindungan thermal protector. Maksudnya jika pompa air panas tinggi maka thermal protector bekerja dan langsung mematikan pompa untuk mencegah pompa terbakar.

Ini hanya sementara, jika pompa sudah benar benar dingin maka pompa akan hidup lagi seperti biasa. Tetapi jika sudah 100% dingin tetapi pompa masih tidak mau hidup ada kemungkinan gulungan tembaga sudah terbakar.

Solusinya bawa pompa ke tukang servis pompa atau beli pompa baru. Baca dulu harga pompa shimizu untuk membandingkan biaya servis dibanding beli pompa baru.

Demikian pengalaman yang bisa saya tuliskan disini tentang penyebab pompa air mati dan cara mengatasinya, semoga bermanfaat...

3 komentar untuk "Inilah Penyebab Pompa Air Mati dan Cara Mengatasinya"

  1. Jika ada hal yang kurang jelas silahkan bertanya melalui kolom komentar ini...

    BalasHapus
  2. Apa kah pompa air sanyo mrek extra strong akan rusak jika di gunakan dgn air nya yg sangat panas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang bpk/ibu maksud Sanyo Extra Strong adalah Sanyo P-H130B dan Sanyo P-H175C.

      Kedua pompa tsb adalah pompa untuk air sumur bor dangkal. Dari spesifikasi pabrikan tidak ada keterangan boleh / tidaknya untuk penggunaan di air yang sangat panas.

      Untuk penggunaan air yang sangat panas sebaiknya carilah pompa yang memang desainnya bisa digunakan untuk air panas seperti:

      - Merk Wilo PH-123E
      - Merk SHIMGE PW 370 F
      - Merk Walrus TQCN 200
      - Dan lainnya

      Tetapi semua pompa yang saya sebutkan diatas air panasnya antara 80-90 derajat saja, tidak sampai 100 derajat celcius.

      Untuk menjawab pertanyaan bpk/ibu, mungkin bisa minta bantuan ke pembaca blog lain, siapa tau ada yang punya pengalaman menggunakan pompa Sanyo Extra Strong untuk penggunaan di air yang sangat panas.

      Jika ada, silahkan tulis di kolom komentar...

      Hapus

Silahkan bertanya atau berkomentar...